Membaca Kekuatan Ilmu Gemblengan

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ulasan ilmu hikmah kali ini menyoroti mengenai ilmu gemblengan. Yaitu ilmu kesaktian yang dimasukkan ke dalam tubuh orang lain. Apakah benar bisa? Sebab banyak orang mengaku kecewa setelah mengikuti gemblengan. Mengapa?

Tidak sedikit pembaca yang menelepon redaksi posmo, menanyakan mengenai jangka waktu sampai berapa lama kekuatan pengisian itu. Pembaca yang pernah mengikuti gemblengan ada yang bertanya, ‘apakah masih ada ilmu yang diisikan di tubuh saya?’ Kalau ilmu kebal senjata tajam dan rambut tidak mempan disilet, lantas bagaimana kalau potong rambut? Bahkan ada yang berkata, “Saya mengikuti gemblengan kebal, tetapi mengapa masih bisa terluka kena pisau?” Dan banyak lagi pertanyaan yang nadanya kecewa.

Mereka lebih bingung lagi, begitu bertanya kepada yang menggembleng diperoleh jawaban, di antaranya mengenai potong rambut: “Kalau mau potong rambut, ya potong saja.”

Telah mengikuti pengisian ilmu kebal, tetapi kok masih bisa terluka, lantas dijawab: “Saya sendiri juga terluka kok!” Tentu saja jawaban-jawaban tersebut mengecewakan peserta. Lantas mereka merasa dikibuli. Sudah membayar mahal kok ternyata hanya begitu. Tidak sehebat dan sedahsyat pariwaranya.

Pastinya, orang bertanya karena tidak tahu. Orang tidak mengerti membutuhkan penjelasan supaya paham. Dan jawaban yang dibutuhkan adalah jawaban yang mampu memuaskannya.

Metode

Banyak raga metode yang diterapkan juru gembleng. Ada yang menggunakan sarana air untuk diminum. Ada yang merajah badannya. Ada yang memakai piranti susuk. Ada yang tenaga dalam, ada yang dimandikan, dan macam-macam.

Selengkapnya, baca Posmo Edisi 697, terbit 3 Oktober 2012